Selasa, 16 April 2013

Jenis-Jenis Muray Batu

             Murai Batu merupakan burung yang mempunyai keistimewaan dari pada burung berkicau lainnya dan mempunyai penggemar yang sangat banyak di indonesia,hampir semua  ( EO ) Event Organizer selalu mempertandingkan kelas murai batu dan tidak melihat dari daerah mana asal murai batu tersebut di karenakan kelas murai batu ini adalah kelas yang sangat beragam jenisnya dan tergantung dari minat dan budgetnya .
Jenis dari kicauan murai batupun tidak sama dan masing masing mempunyai kelebihan yang sangat beraneka ragam,ayo kita coba dengarkan kicauan burung murai batu dengan seksama.
- Setiap murai batu satu dengan yang lainnya tidak ada yang sama.dalam lagu,intonasi ataupun besar kecilnya volume.
- Gaya bertarung yang indah dengan ekor yang bergerak naik turun membuat burung ini kelihatan lebih menawan.
- Harga burung ini pun bervariasi tergantung jenis burung dan panjang pendeknya ekor.
- Jenis Murai batu pun sangat beraneka ragam .
- Kicau mania menamai burung ini menjadi 7 ( Tujuh ) jenis yang terdapat di Indonesia dan hampir semua 
  EO tidak mempermasalahkan asal murai batu tersebut,yang terpenting adalah asal dari Indonesia Melainkan
   bukan burung dari negara lain.
Jenis-jenis murai batu yg dikenal di Indonesia:
  1. Murai Aceh, di kaki G Leuser wilayah Aceh. Panjang ekor 25 – 30 cm.
  2. Murai Batu Nias, panjang ekor 20 – 25 cm. Ekor keseluruhan berwarna hitam.
  3. Murai Batu Medan, Bukit Lawang, Bohorok, kaki G Leuser wilayah Sumatra Utara. Panjang ekor 27 – 30 cm.
  4. Murai Batu Jambi, hidup di Bengkulu, Sumatra Selatan, Jambi.
  5. Murai Batu Lampung, hidup di Krakatau, Lampung. Ukuran tubuh lebih besar dari Murai Medan. Panjang ekor 15 – 20 cm.
  6. Murai Banjar (Borneo), jenis ini paling populer di Kalimantan, karena sering merajai berbagai lomba di Kalimantan. Penyebaran di Kalimantan Timur & Kalimantan Selatan. Panjang ekor 10 – 12 cm.
  7. Murai Batu Larwo ( Murai Jawa), hidup di Jawa Tengah & Jawa Barat. Tubuh jauh lebih kecil dari murai medan. Jenis ini sudah sangat langka ditemukan. Panjang ekor 8 – 10 cm.
1. Murai Batu Medan. 


Murai batu medan adalah jenis murai batu terbaik di Indonesia dibandingkan dengan jenis murai batu lainnya. berikut ciri-ciri murai batu medan
  1. Bukit Lawang, Bohorok, kaki G Leuser wilayah Sumatra Utara
  2. Panjang ekor antara 27-30 cm
  3. Postur tubuh jauh lebih besar dan Panjang
  4. Bulu ekor agak melengkung dan semkin ke ujung ekor melebar membelah
  5. Memiliki intonasi suara yang jelas dan keras
  6. Variasi kicauan terus-menerus tanpa terputus
  7. Variasi kicauan lebih kaya
  8. Warna bulu lebih hitam pekat
2. Murai Batu Lampung 
Murai batu Lampung merupakan jenis Murai batu yang paling banyak dijumpai dan dipelihara oleh para kicau mania.Murai batu Lampung dianggap berasal dari lampung.
  1. Warna bulu hitam pekat dan warna dada coklat tua
  2. Memiliki intonasi suara lebih kecil daripada murai batu medan dan variasi kicauannya diulang-ulang dalam waktu yang sama. Variasi kecauannya juga lebih sedikit dibandingkan dengan variasi kicauan murai batu medan
  3. Memiliki ekor lebih pendek (kuran lebih 15cm)  dan postur tubuh lebih kecil dibandingkan dengan murai batu medan
  4. Bentuk bulu ekor lurus
  5. Memiliki gerakan yang lebih lincah dibandingkan dengan murai batu medan
3. Murai Batu Kalimantan 
  1. Postur badan sedang dan tidak panjang
  2. Warna bulu hitam pekat dan warna dada coklat muda
  3. Panjang ekor kurang lebih 13cm dengan ujung ekor makin melebar
  4. Bentuk bulu ekor lurus
  5. Memiliki intonasi suara kicauan kurang keras
  6. Variasi kicauan tidak banyak

4.Murai Nias
Murai batu nias memiliki kepandaian dan IQ lebih tinggi, yang dibuktikan dengan daya tangkap dalam meniru suara di sekitarnya yang lebih cepat daripada murai batu dari daerah lain
  1. Pangjang ekor antara 20-25 cm
  2. Keseluruhan ekor cenderung bewarna hitam Black Trail
5. Murai Batu Larwo ( Murai Jawa)
Murai Batu Jawa  ( Larwo ) memang identik dengan murai batu karena dia masih satu genus dengan nama Copsychus malabaricus ssp. javanicus (Murai Batu Jawa). Jadi salah kalau ada yang mengartikan bahwa larwo berbeda dari murai batu.Pada beberapa tahun lalu, burung ini masih banyak terlihat di sekitar hutan-hutan di pegunungan di Pulau Jawa. Habitat larwo mulai dari Ujung Kulon sampai Gunung Kidul dan beberapa tempat lainnya.
Ciri-siri khusus
  1. Perbedaan lainnya adalah performa ketika bersuara, yakni bulu-bulu di kepalanya akan berdiri seperti jambul.
  2. Suara burung ini mirip dengan burung murai batu jenis lainnya. Beberapa kicau mania menyebutkan bahwa suaranya kurang variatif tapi ada juga yang menyebutkan bahwa suaranya hampir sama dengan murai batu lainnya (variatif).
  3. Menurut saya, sebagaimana penentuan “kualitas” burung murai batu secara umum, ada pada karakter dari burung itu sendiri. Jika ada yang mengatakan burung larwo bersuara variatif atau sebaliknya, hal itu tergantung karakter burung dan tentu saja perawatan dan pemasteran jika burung itu ada dalam pemeliharaan tangan manusia.
  4. keberadaan larwo sudah jarang dan di hutan-hutan Pulau Jawa juga sudah nyaris punah. Dengan demikian, sangat diharapkan adanya upaya penangkaran terhadap larwo demi pelestariannya. (*)

Senin, 08 April 2013

Burung tuwu, burung yang penuh misteri

Burung tuwu atau kulik, atau asian koel (Eudynamys scolopaceus), merupakan burung sejenis cuckoo atau termasuk dalam keluarga Cuculidae. Habitatnya bisa ditemukan di Asia Selatan, China, dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Sebagaimana cuckoo atau kedasih, tuwu juga dikenal sebagai burung parasit. Tetapi ia berani menitipkan telur mereka di sarang burung predator seperti gagak atau burung berukuran besar lainnya. Ketika dewasa, burung tuwu lebih suka buah-buahan sebagai makanan utamanya, sedangkan serangga hanya sebagai pakan selingan.
Burung tuwu atau kulik
Burung tuwu atau kulik
Postur tubuhnya lumayan besar, sekitar 39 – 46 cm, dengan ekor yang panjang. Burung jantan mudah dibedakan dari burung betina. Warna tubuh burung jantan adalah hitam kebiruan mengkilap, sedangkan burung betina berwarna kecokelatan dan berbintik putih.
Di Indonesia, tuwu dianggap sebagai burung penuh misteri seperti halnya kedasih yang memiliki mitos-mitos tertentu di beberapa daerah. Kicauan tuwu yang keras bisa terdengar hingga beberapa kilometer, terlebih malam hari, sering diartikan sebagai tengara buruk di lingkungan tersebut.
Keberadaan mereka di alam liar sudah sangat jarang dijumpai, dan makin langka, meski sebenarnya tidak termasuk dalam spesies burung yang dilindungi. Mungkin karena banyak warga yang menentang kehadirannya karena terpengaruh mitos, sehingga banyak orang yang memburunya. Apalagi harga burung ini lumayan tinggi. Konon, harga burung bahan bisa mencapai Rp 1 juta – Rp 2 juta, bahkan burung yang sudah rajin bunyi pernah dibanderol hingga Rp 18 juta.
Burung tuwu jantan dan betina bisa dibedakan dari warna bulunya
Burung tuwu jantan (kiri) dan betina bisa dibedakan dari warna bulunya
—
Sepasang burung tuwu
Sepasang  tuwu
Burung tuwu pada awalnya dijabarkan oleh Linnaeus sebagai Cuculus scolopaceus berdasarkan spesimen yang diperolehnya dari kawasan Malabar. Spesies ini mempunyai variasi yang luas, dengan populasi di beberapa kepulauan. Saat ini tercatat ada enam subspesies (ras) dari burung tuwu, yaitu :
  • Eudynamys scolopaceus scolopaceus (Linnaeus, 1758): habitat di Pakistan, India, Nepal, Bangladesh, Srilanka, Laccadives, dan Maladewa.
  • Eudynamys scolopaceus chinensis (Cabanis dan Heine, 1863): habitat di  wilayah selatan China hingga kawasan Indochina.
  • Eudynamys scolopaceus harterti (Ingram, 1912): habitat di Hainan (China).
  • Eudynamys scolopaceus malayana (Cabanis dan Heine, 1863): habitat di Thailand, Semenanjung Malaysia, Sunda Kecil (Bali dan Nusa Tenggara), dan Sunda Besar (Sumatera, Kalimantan, Jawa).
  • Eudynamys scolopaceus mindanensis (Linnaeus, 1766): habitat di Halmahera, pulau-pulau antara Mindanao dan Sulawesi, Maluku Utara, hingga ke Filipina (termasuk Palawan dan Kepulauan Babuyan).
Tuwu termasuk burung omnivora yang menyukai berbagai serangga, ulat, telur burung, dan vertebrata kecil. Namun setelah dewasa, burung ini justru lebih menyukai buah-buahan, sedangkan serangga sekadar selingan. Di alam liar, burung dewasa sering menjaga pohon buah yang disukainya, dan akan mengusir burung lain yang mencoba mendekati pohon tersebut.
— Karena sifatnya yang parasit, burung tuwu tidak pernah membangun sarang dan lebih suka menitipkan telur ke sarang burung lain. Jadi potensi penangkarannya menjadi lebih rumit. Tetapi hal ini bisa disiasati dengan menggunakan telur palsu pada sarang burung. Telur yang dititipkan induk tuwu betina bisa dituntaskan melalui mesin tetas.
Gagak memberi makan anakan burung tuwu
Gagak memberi makan anakan burung tuwu
Dalam melakukan aksinya, mereka bekerja berpasangan (jantan dan betina). Mulanya, salah satu indukan akan mengelabui burung gagak yang terkenal dengan kepintaran dan kelicikannya.
Burung tuwu betina akan berada di dekat sarang gagak, sedangkan si jantan mencoba memanggil gagak (mungkin menantang / meledek ) sehingga gagak akan terusik. Ketika gagak mengejar tuwu jantan, kesempatan itu digunakan burung betina yang bersembunyi  untuk masuk ke sarang gagak dan bertelur di sana.
Hanya dalam hitungan menit, tugas mereka selesai. Tuwu betina langsung keluar dan bersuara memanggil lakinya untuk memberitahukan bahwa misi mereka sudah berhasil.
Gagak betina yang tak tahu dikibuli dengan santai meneruskan tugas pengeramannya. Ia tak tahu ada telur asing yang baru saja ada di sarangnya, dan akan terus dierami hingga menetas. Bahkan, ia rela menjadi babu / baby sitter anakan tuwu yang kini menjadi anak tirinya sampai dewasa.
Hmm.., sebuah desain alam yang sangat unik, yang membuat kita semua makin percaya pada Kuasa-Nya.

Jumat, 05 April 2013

Update Harga Burung Wilayah Karesidenan Kediri (04/13)

  Update harga burung di pasaran, di daerah sekitar karisidenan Kediri. Terjadi beberapa lonjakan harga dan penurunan pada beberapa jenis burung karena faktor kelangkaan, tetapi pada dasarnya harga burung tetaplah stabil atau masih sama seperti dulu.

 Berikut adalah Daftar harga burung pada Bulan April 2012 ini di Kediri dan sekitarnya.



Pasar Burung Dimoro, Blitar
Pleci
Poksay

Cucak ijo

Tledekan


  • Anis Ampenan trotolan 200.000, dewasa hutan 110.000
  • Anis Cendana trotolan 350.000, dewasa hutan 250.000
  • Anis Kembang – jaminan jantan 400.000 acak 350.000
  • Anis Merah trotol – jaminan jantan 1 juta-1,3 juta 800-1,2 juta, acak (bisa jantan-bisa betina) 650.000
  • Ayam hutan remaja jantan 300.000, betina 100.000
  • Ayam hutan tangkapan dewasa 350.000
  • Ayam kate dewasa 250.000-300.000/ pasang
  • Ayam ketawa anakan betina 150.000
  • Ayam ketawa anakan jantan 350.000
  • Ayam ketawa dewasa jantan atau betina 700.000
  • Ayam serema 700.000 500.000/pasang
  • Beo anakan 850.000 700.000
  • Beo dewasa hutan 500.000
  • Betet 300.000-400.000
  • Blackthroat jantan 1.750.000 1.250.000, betina 1.150.000
  • Branjangan jawa 800.000 500.000
  • Branjangan kalimantan 250.000
  • Branjangan NTB 100.000
  • Cendet/pentet tangkapan hutan 60.000
  • Cendet/pentet Piyikan 30.000-50.000
  • Cendet/pentet dewasa 80.000-350.000
  • Ciblek gunung dewasa hutan 250.000
  • Ciblek kebun 200.000 250.000
  • Ciblek kebun dewasa hutan 150.000
  • Ciblek kebun anakan 150.000 100.000
  • Ciblek sawah dewasa hutan 80.000
  • Cililin dewasa hutan 1.000.000
  • Cucak ijo dewasa 700.000-1.500.000
  • Cucak ijo trotolan 350.000-600.000
  • Cucak jenggot 250.000-700.000
  • Cucak keling 50.000
  • Cucak kencur/ bayeman 90.000
  • Cucak rante dewasa hutan 100.000-125.000
  • Cucak rante trotolan 250.000 150.000
  • Cucak tembak/kapas tembak 350.000 200.000
  • Cucakrowo anakan penangkaran (3-4 bulan) 3.000.000-4.000.000/ekor
  • Cucakrowo tangkapan hutan 4.000.000-5.000.000/ekor
  • Decu dewasa hutan 100.000-150.000
  • Decu trotolan 175.000-200.000
  • Derkuku hutan 50.000
  • Derkuku Ternakan 70.000-500.000
  • Emprit 2.000-5.000
  • Gagak 700.000-1.000.000 1,5 juta – 2 juta
  • Gaok 450.000 750.000
  • Gelatik belong 150.000 200.000/pasang
  • Gelatik putih/silver/ krem 800.000-1 juta 600.000/pasang
  • Gelatik Wingko 75.000-100.000
  • Gereja 5.000-50.000 
  • Hantu (Owl) 10.000-150.000 trgantung Jenis
  • Jalak bali trotolan/anakan 6.000.000/pasang
  • Jalak putih 450.000 – 650.000/ekor
  • Jalak suren jawa trotolan penangkaran 350.000-700.000/ekor
  • Jalak suren sumatera dewasa hutan 250.000/ekor
  • Kacamata/pleci 20.000-25.000 (yang sudah jadi 500.000, dada kuning/putih 20.000, NTB 35.000-50.000)
  • Kacer jawa 600.000,
  • Kacer poci/skoci 700.000, Bakalan Hutan 280.000
  • Kenari AF yorkshire anakan 450.000
  • Kenari F1 yorkshire anakan 1.000.000 1.200.000
  • Kenari F2 yorkshire anakan 2.000.000-2.500.000 1,8 juta
  • Kenari lokal bakalan bond 120.000 130.000
  • Kenari lokal bakalan hijau 120.000
  • Kenari lokal bakalan kuning 150.000 140.000
  • Kenari lokal bakalan orange/sunkis 350.000
  • Kenari lokal bakalan putih 250.000
  • Kenari yorkshire betina 5.000.000-7.000.000
  • Kenari Yorkshire jantan 7.000.000 9.000.000-10.000.000
  • Kepodang bali/ sumbawa 250.000
  • Kepodang jawa 300.000 - 500.000
  • Kolibri tangkapan hutan 100.000
  • Kutilang 10.000-75.000
  • Kutilang emas 50.000-100.000
  • Kutilang malaysia 80.000
  • Kutilang sumatera 140.000
  • Lovebird anakan non  kuning 800.000-400.000/pasang
  • Lovebird anakan non kacamata warna acak 600.000-500.000/pasang
  • Lovebird kacamata albino mata hitam anakan 1.500.000-1.000.000, dewasa 2.500.000 1.500.000
  • Lovebird kacamata albino mata merah anakan 1.800.000 1,5 juta, dewasa 3.000.000 2 juta
  • Lovebird kacamata biru anakan 500.000-600.000 400.000, dewasa 800.000 750.000
  • Lovebird kacamata hijau (kepala hitam/merah) anakan 500.000-600.000 400.000, dewasa 800.000 750.000
  • Lovebird kacamata kepala emas anakan 700.000 750.000, dewasa 1.200.000 1.300.000
  • Lovebird kacamata lutino mata hitam anakan 2.500.000 1,8 juta, dewasa 3.000.000 2,2 juta
  • Lovebird kacamata lutino mata merah anakan 3.000.000-4.000.000 2,2 juta, dewasa 6.000.000-8.000.000 3,5 juta
  • Lovebird kacamata pastel kuning anakan 900.000 950.000, dewasa 1.500.000 1,5 juta
  • Lovebird kacamata pastel putih anakan 800.000 -1 juta, dewasa 1.000.000 -1,5 juta
  • Mantenan 70.000
  • Manyar dewasa 35.000
  • Manyar trotolan 50.000
  • Mbotok 600.000
  • Merpati potong 40.000
  • Murai air 275.000
  • Murai batu aceh/medan trotolan hutan jantan 1.750.000, dewasa hutan 1.500.000
  • Murai batu kalimantan/borneo dewasa hutan 350.000
  • Murai batu nias (ekor hitam) trotolan 500.000 600.000, dewasa hutan 350.000 500.000; murai nias raja trotolan 800.000 1 juta, nias jadi 1.500.000 – 3.500.000
  • Palek/falk 1.200.000/pasang
  • Pancawarna 600.000 350.000
  • Parkit 90.000 110.000/pasang
  • Parkit holland 1.800.000/pasang
  • Pelatuk batu 50.000
  • Pelatuk bawang 600.000-800.000
  • Pelatuk brambang 125.000
  • Pelatuk sampit 170.000-200.000
  • Perkutut Jawa/lokal 35.000-100.000
  • Poksai jambul sumatera 300.000
  • Poksay impor (Limited) 1.600.000
  • Prenjak 90.000-200.000
  • Puter 45.000 70.000
  • Rambatan 170.000 150.000, rambatan jadi 300.000
  • Rio-rio 80.000
  • Robin 700.000 500.000
  • Samyong 500.000-650.000
  • Sanger/singer (helda sanger) jantan 1.000.000-1.500.000 650.000 – 850.000, betina 800.000-1.000.000 400.000-600.000
  • Selendang biru dewasa hutan 35.000
  • Selendang biru trotolan 100.000
  • Sirtu dewasa hutan 50.000 30.000
  • Sirtu trotolan 100.000 50.000
  • Srigunting biasa 160.000
  • Srigunting kantil 600.000 500.000
  • Srikatan dewasa hutan 45.000
  • Srikatan trotolan 90.000
  • Srindit jawa 60.000-100.000
  • Srindit kalimantan/sumatera (paruh hitam) 100.000-150.000
  • Sulingan / Tledekan dewasa hutan 200.000 150.000
  • Sulingan/ Tledekan laut 150.000
  • Sulingan/ Tledekan trotol 350.000 250.000
  • Tengkek buta 50.000
  • Tengkek supit udang 100.000
  • Tralis/blereng 60.000
  • Trucukan dewasa 100.000-200.000 , Hutan/Besangan 15.000-50.000 
  • Tuwu (Limited) > 1.500.000