Kamis, 18 Oktober 2012

Menjaga Burung Jawara Tetap Stabil Dalam Perlombaan

Trik and tips

           tips pemasteran untuk burung murai batu yang ditujukan untuk lomba. Pada lain kesempatan saya akan menuliskan tips untuk burung-burung jenis lainnya

Saya tegaskan untuk lomba, sebab kalau saya sendiri kurang cocok dengan pemasteran model ini. Alasannya sederhana, saya memelihara burung bukan untuk saya persembahkan kepada juri, tetapi saya persembahkan kepada diri sendiri.

1. Pastikan Anda tahu sendiri burung itu tangguh atau juara di lapangan. Bukan hanya "katanya%u2026"

2. Stabil di lapangan raih gelar juaranya. Artinya tidak karbitan. Kalau perlu atau kalau ada, lihat sertifkatnya.

3. Cari testimoni/kesaksian dari atau sumber teman Anda yang bisa Anda percaya.

4. Tidak dopingan. Lihat dari stabilitas perolehan kejuaraannya pada poin 2 di atas. Tidak adem-panas alias hanya sekali juara setelah itu tenggelam.

5. Tanyakan secara detail pola rawatannya. Jika sudah Anda tanyakan semua pola rawatan dan kebiasaannya tetapi masih tidak nampil juga ketika Anda pegang, maka kemungkinan besar ada yang dirahasiakan oleh pemilik lama.

6. Kalau Anda sudah pusing burung tidak juga tampil bagus, lihat artikel-artikel yang berkaitan dengan itu di artikel/halaman Burung Jawara.

Cendet atau Pentet


           Sebagai kelanjutan dari tulisan terdahulu tentang pemasteran burung murai batu, sekarang saya sajikan artikel tentang suara isian yang bagus untuk pemasteran burung cendet atau burung pentet.

Sekali lagi perlu saya tekankan catatan di sini:

1. Artikel ini saya sampaikan dengan menggunakan referensi penilaian lomba burung saat ini (awal 2011). Referensi seperti apa? Yah, referensinya adalah artikel berjudul Variasi lagu dalam lomba cuma OMONG BESAR%u2026 NONSENSE%u2026..

2. Tidak ada lagu atau suara masteran yang benar-benar bisa digeneralisasikan sebagai "bagus" untuk semua jenis burung. Juga tidak ada jaminan bahwa "kesenangan" juri atau kelompok juri tertentu sama dengan juri yang lainnya ketika memberikan penilaian pada lomba burung berkicau. Pakem penilaian lomba burung (lihat artikel Tata cara penilaian dalam lomba burung) yang digunakan Pelestari Burung Indonesia (PBI) tentu lain atau minimal tidak sama persis dengan yang digunakan oleh Papburi misalnya.

3. Pada dasarnya burung perlu diperkenalkan dengan semua suara isian sehingga sebagaimana saya tulis di artikel Suara isian "wajib" dan "haram" untuk memaster burung murai batu. Tujuannya agar burung kita tidak hanya bengong ketika berada di arena lomba di tengah-tengah puluhan burung lain dengan aneka varuasi lagu, irama dan gaya.

4. Meski burung diperkenalkan dengan banyak sekali variasi isian dan lagu, dia harus punya suara yang menonjol sehingga bisa memberikan ciri khas burung itu ketika berada di arena lomba dan karenanya diperhatikan dan mendapat poin penuh dari juri.

5. Untuk isian yang variatif, Anda bisa mendownloadnya dari artikel-artikel pada kategori download. Namun untuk kualitas suara yang bagus dan maksimal pula hasilnya, saya tetap merekomendasikan Anda untuk menggunakan masteran aneka suara burung (lebih dari 200 suara isian) dari CD atau flash disk smartmastering.com.

Suara dominan yang bagus untuk burung cendet

Burung cendet atau pentet sebenarnya adalah burung yang luar biasa dalam kepandaiannya untuk menirukan suara burung lain atau suara apapun yang pernah didengarkannya.

Sama seperti isian yang dominan yang perlu dimiliki burung murai batu, maka untuk burung cendet akan sangat bagus jika dimaster secara dominan dengan suara-suara burung lovebird, cililin, kenari, pelatuk dan cucak jenggot.

Tetapi ada salah satu isian "wajib" yang perlu dimiliki oleh burung cendet jika itu akan ditujukan sebagai burung lomba. Isian itu adalah suara walang atau belalang. Bisa suara walang kecek atau belalang biasa, belalang raja, atau lebih bagus lagi belalang emas. Mengapa? Burung cendet yang membawakan suara belalang, apalagi terus-menerus, akan terdengar sangat dominan.

Bagusnya lagi adalah burung cendet yang sedang membawakan lagu belalang, biasanya posisinya nancep, tenang. Lain misalnya dengan burung cendet yang membawakan suara burung gereja tarung. Ketika membawakan trecetan suara burung gereja tarung atau gereja kawin, burung cendet cenderung lebih suka dengan cara memutar badan atau kalau yang punya kebiasaan salto, akan membawakan lagu itu dengan salto atau terbang memutari luasan sangkar.

Selain burung cendet perlu punya suara dominan belalang, maka jangan lupa untuk memaster burung cendet dengan suara jangkrik. Burung yang menguasai suara jangkrik, biasanya akan mudah untuk menirukan suara melengking sekaligus suara ngerol lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar