Minggu, 28 Oktober 2012

Peternak Jalak Bali

Ternak Burung Langka

             Kediri, Seorang ibu rumah tangga di Nganjuk bisa meraup untung puluhan juta rupiah dari beternak burung. Usaha yang dilakukan di rumah secara sampingan ini, kini telah berkembang hingga memiliki 40 kandang penangkaran dengan omzet ratusan juta rupiah.
Susilowati, seorang ibu rumah tangga warga Desa Kudu, Kecamatan Kertosono Nganjuk sukses menggeluti bisnis beternak burung di rumahnya. Berbekal ketelatenan dan modal seadanya, kini usaha yang umumnya digeluti kaum laki-laki ini telah menghasilkan keuntungan rata-rata 25 juta rupiah tiap bulan. Jenis burung yang dipilih untuk ditangkar juga tidak main-main yakni burung langka dan dilindungi, seperti Jalak Bali dan Cucak Rowo. Di rumahnya yang asri, Susilowati memiliki 40 kandang yang sebagian besar telah produktif.
Peternakan Milik Ibu Susilowati, Kertosono-Nganjuk
Menurut Susilowati, beternak burung langka bisa menjadi pilihan ibu rumah tangga yang ingin memperoleh penghasilan tambahan. Asalkan mau belajar dan sabar merawat, usaha beternak burung bisa menghasilkan keuntungan menggiurkan. Selain itu usaha beternak burung tidak menyita waktu banyak, karena hanya memberikan pakan berupa jangkrik dan pisang dua kali sehari yakni pagi dan sore. Bila dihitung, satu kandang hanya butuh pakan senilai 30 ribu rupiah tiap bulan.
Awal menekuni bisnis ini dilakukan Susilowati sekitar 10 tahun lalu, saat suaminya memiliki hobi memelihara burung. Karena suami bekerja diluar kota, dia terpaksa belajar untuk merawat burung. Dari sini terbersit keinginan untuk mencoba menangkarkan burung, karena lebih mudah memelihara bila berada dalam kandang. Saat mulai usaha, Susilowati memilih jenis burung yang murah seperti Kacer dan Murai Batu. Setelah mahir, baru merambah burung jenis langka yang memiliki keuntungan lebih tinggi.
Keuntungan melimpah akan dirasakan bila burung telah berhasil bertelur dan menetaskan anak. Untuk anak burung Jalak Bali yang baru berumur satu bulan, dibandrol harga 12 juta rupiah sepasang. Sedangkan Burung Cucak Rowo dihargai 4 juta rupiah sepasang. Dalam satu tahun, satu pasang indukan burung bisa menghasilkan anak hingga enam kali.
Penjualan anakan burung juga terbilang sangat mudah, karena pembeli akan datang dengan sendirinya setelah dikenal sebagai penangkar. Bahkan untuk Burung Jalak Bali sudah banyak yang memesan sejak indukan bertelur. Pembeli tidak hanya datang dari kota di Jawa Timur, namun juga dari Bali dan Jakarta. Pembeli umumnya juga belajar cara beternak. Untuk itu Susilowati mengaku sangat terbuka memberikan pengalamannya menangkar burung. Bahkan pembeli boleh melihat dan meniru kandang ciptaannya.(and/hyd)

                   Dikutip dari kstv.co.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar